Sabtu, 08 Juni 2013

Karya Tulis


KARYA TULIS ILMIAH


PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MEMBACA MELALUI PENDEKATAN PROSEDURAL DALAM UPAYA MEMAHAMI MAKNA BACAAN SISWA               
                KELAS 2 SD NEGERI 2 KURIPAN KABUPATEN TANGGAMUS




Kata Pengantar


Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Peningkatan Aktivitas Belajar Membaca Melalui Pendekatan Prosedural Dalam Upaya Memahami Makna Bacaan Siswa Kelas 2 SD Negeri 2 Kuripan Kabupaten Tanggamus TaPelajaran 2011 – 2012”
              Karya Tulis Ilmiah ini disusun merupakan tugas akhir mata kuliah “Teknik Menulis Karya Ilmiah”  Universitas Terbuka UPBJJ Bandar Lampung.
             Dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, penulis mendapatkan bimbingan dari tutor . Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tiada tara, karena berkat bimbingan itu penulis dapat menyeesaikan tugas ini.
  Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.         Ibu Yanti sebagai pengelola Universitas Terbuka Pokjar Gisting Kabupaten Tanggamus.
2.         Bapak Drs. Ngaliman, sebagai Tutor Mata Kuliah Teknik Menulis Karya Ilmiah.
3.         Rekan mahasiswa Pokjar Gisting yang telah memberi masukan dalam rangka penyusunan karya tulis ilmiah ini.
    Penulis menyadari, bahwa penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun , agar kelak penulis mampu menyusun karya ilmiah lebih sempurna. Atas saran dan kritik yang diberikan, penulis mengucapkan terima kasih.
Kotaagung,  17  November 2011                                                                                            Penulis,

                                                                                            H A Y A N I




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
                Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia, terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi kita di mana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan dunia kerja. Oleh karena itu para pakar sepakat , bahwa kemahiran membaca harus ditanamkan dan dipelajari sedini mungkin.  Karena membaca merupakan prasyarat  mutlak bagi setiap insan yang ingin memperoleh kemajuan. Meskipun demikian memperoleh kemahiran membaca yang layak bukanlah perkara yang gampang. Faktor penyebabnya cukup kompleks.
                 Menurut Goodman  dalam Kholid,A. Harras (1997:1.7) membaca bukan sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk         makna.  Pendapat   yang dikemukakan  Anderson (1972:209) dalam Kholid, A.Harras ( 1997:1.6) membaca sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis atau reading is a recording and decoding process.
               Berdasarkan kedua pendapat di atas jelaslah, yang dimaksud dengan membaca adalah suatu kegiatan memncocokan atau melafalkan lambang-lambang  bahasa tulis untuk memetik makna dan menyusun konteks yang tersedia untuk membentuk makna.


2
              Untuk memiliki kemampuan membaca yang baik, diperlukan sebuah landasan teoritis mengenai belajar membaca. Landasan yang digunakan adalah melalui pendekatan prosedural. Pendekatan ini adalah pendekatan yang mencoba  memadukan interaksi antara faktor-faktor internal dan eksterna dalam belajar bahasa. Proses kemampuan dan penguasaan bahasa seseorang selain ditentukan oleh faktor bawaan juga sangat ditentukan oleh sejauhmana mereka mendapatkan latihan-latihan, khususnya lewat kergiatan pembelajaran.
               Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar membaca, bahwa kemampuan membaca seseorang sangat ditentukan kuantitas membaca.Tegasnya semakin banyak latihan membaca  dilakuksn seseorang akan semakin mahir pula seseorang itu menguasai bacaan dan isi bacaan. Karena aktivitas membaca akan menentukan kemampuan seseorang dalam membaca. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan Yap (1978) dalam buku Kholid,A. Harras (1997:1.18) mengemukakan, bahwa 65% oleh banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca, 25% oleh faktor IQ, dan 10% oleh faktor-faktor lain.
                Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa  semakin banyak seseorang atau siswa dilatih melakukan membaca, maka akan semakin mahir siswa menguasa bacaan dan isi bacaan.
B. Identifikasi Masalah
              Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dapat menarik identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
1.      Pengaruh latihan membaca terhadap kemampuan membaca.
2.      Pengaruh IQ yang dimiliki setiap siswa akan mempengaruhi kemampuan membaca dan pemahaman makna bacaan.
3
3.      Pengaruh lamanya latihan membaca terhadap kemampuan membaca dan kemampuan memahami makna bacaan.
4.      Aktivitas belajar membaca melalui pendekatan proseduran dalam upaya memahami makna bacaan.
C.  Rumusan Masalah
                Bedasarkan identifikasi masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah ada peningkatan aktivitas belajar membaca melalui pendekatan prosedural  dalam memahami makna bacaan siswa kelas 2 SD Negeri 2 Kuripan   Kabupaten Tanggamus tahun 2011-2012?”
D. Tujuan Penelitian
                 Berdasarkan masalah di atas, penelitian ini bertujuan:
1.      Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar membaca melalui pendekatan proseduraldalam upaya memahami makna bacaan siswa kelas 2 SD Negeri 2 Kuripan.
2.      Mengetahui peningkatan aktivitas  belajar membaca melalui pendekatan prosedural dalam upaya memahami makna bacaan siswa kelas 2 SD Negeri 2 Kuripan.
E. Manfaat Penelitian
              Penelitian ini diharapkan dapat  bermanfaat:
1.      Bagi Siswa:
a.  Dapat mengarahkan siswa meningkatkan belajar membaca.
b.  Meningkatkan aktivitas belajar membaca.
c.   Membantu siswa meningkatkan kemampuan memahami makna bacaan.

4
  2.  Bagi Guru:
       a.   Meningkatkan keahlian guru memilih pendekatan dalam pembelajaran membaca.
       b.  Meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa    dan menentukan bentuk tindakan yang sesuai guna meningkatkan aktivitas belajar siswa.
       c. Meningkatkan kemampuan guru meramu pendekatan yang tepat dalam   pembelajaran membaca.
   3.  Bagi Sekolah
       a. Dapat dijadikan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pemebelajaran membaca.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Aktivitas Belajar
 1. Pengertian aktivitas belajar
              Aktivitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan ke arah yang lebih positif , sehingga orang tersebut dapat memperoleh kemajuan. Sedangkan belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
              Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan ke arah yang positif dan bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
2.   Komponen Aktivitas Belajar
             Aktivitas belajar dapat dikatakan baik, apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.  Memiliki kesehatan jasmani dan rohani.
b. Lingkungan belajarnya tenang dan menyenangkan.
c.Fasilitas belajar atau alat yang diperlukan dalam belajar cukup.
             Aktivitas belajar yang akan diukur dalam penelitian  ini adalah aktivitas siswa yang berhubungan dengan pembelajaran membaca dalam hal ini dikelompokkan ke dalam on task, sedangan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran dikelompokkan dalam off task


6
                 Aktivitas yang dikelompokkan dalam on task adalah:
a.       Mencocokan lambang huruf dengan tepat,
b.      Mampu melafalkan lambang huruf dengan tepat,
c.       Menentukan makna bacaan, dan
d.      Memahami isi bacaan
                 Sedangkan aktivitas yang tidak relevan dengan belajar membaca dikelompokkan dalam off task adalah:
a.       Tidak mampu mencocokan lambang huruf dengan tepat,
b.      Tidak dapat melafalkan lambang huruf dengan tepat,
c.       Tidak dapa menentukan makna yang dibaca, dan
d.      Tidak mampu memahami isi bacaan.
B. Konsep Belajar
           Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Menurut Dimyati dan Mudjiono (1996:7) dalam H.Syaiful Sagala (2008:13) mengemukakan siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada proses belajar dan mengajar yang dialami siswa dan pendidik baik ketika para siswa belajar di sekolah maupun di lingkungan keluarga sendiri.
            Menurut H. Syaiful Sagala (2008:13) yang dimaksud dengan belajar  adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

7
Jadi konsep belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi pada diri siswa yang relatif menetap  dalam tingkah laku sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
C. Pengertian  Membaca
  1. Pengertian Hakikat Membaca
           Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan manusian termasuk siswa, terlebih di era informasi dan komunikasi seperti sekarangan ini. Membaca juga merupakan jembatan bagi siapa saja dan di mana saja bagi manusia yang berkeinginan untuk meraih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan sekolah, maupun di lingkungan dunia kerja.
2. Pengertian Membaca
              Membaca adalah sebagai proses kegiatan mencocokan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis atau reading is a recording and decoding process. (Andersoon  dalam Kholid,A.Harras,1997:1.6). Sedangkan menurut  Goodman  dalam Kholid,A. Harras (1997:1.7) membaca bukan sekedar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak melainkan menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna.
                 Berdasarkan kedua pendapat di atas, dapatlah diambil kesimpun yang dimaksud dengan membaca adalah suatu kegiatan mencocokan atau melafalkan lambang-lambang  bahasa tulis untuk memetik makna dan menyusun konteks yang tersedia untuk membentuk makna.
                  Pengertian lain mengemukakan, bahwa membaca adalah kegiatan berbahasa berupa proses melisankan dan mengelolah bahan bacaan secara aktif, dengan tujuan memperoleh pemahaman. (Imas Eva Nurviati,1995:42)
8
3. Tujuan Membaca
               Tujuan membaca sangat bergam, bergantung pada situasi dan berbagai kondisi pembaca. Secara umum tujuan membaca adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mendapatkan informasi tentang fakta yang terdapat dalam bacaan,
2.      Untuk meningkatkan citra diri,
3.      Untuk melepaskan diri dari kenyataan  seperti; kejenuhan, sedih, dan putus asa.
4.      Untuk tujuan kreatif, mendapat hiburan, atau kesenangan,
5.      mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis dan nilai kehidupan.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca
    1. Motivasi,
    2. Lingkungan keluarga,
    3. Bahan Bacaan, yang meliputi:
           a. Topik bacaan
           b. Tingkat keterbacaan bahan.
D. Pendekatan Prosedural
              Pada hakikatnya pendekatan adalah seperangkat asumsi yang saling berkaitan mengenai hakikat bahasa, dan hakikat pengajaran bahasa serta belajar bahasa. Suatu pendekatan bersifat aksiomatis serta menggambarkan hakikat yang akan diajarkan. Pendekatan aksiomatis, artinya bahwa kebenaran yang dikemukakan dalam asumsi-asumsi di dalam pendekatan itu tidak dipersoalkan atau tidak perlu dibuktikan lagi. Yang dipersoalkan adalah efektivitas metode yang diturunkan dari pendekatan.

9
Pendekatan prosedural adalah pendekatan mencoba memadukan interaksi antara faktor-faktor internal dengan faktor-faktor eksternal dalam pelajaran bahasa. Artinya proses penguasaan dan kemampuan berbahasa seseorang itu selain ditentukan oleh faktor-faktor bawaan, juga sangat ditentukan oleh sejauhmana mereka mendapat latihan-latihan, khususnya lewat kegiatan pembelajaran. (Kholid, A.Harras, 1997: 1.17)
                 Berdasarkan pendapat di atas dapatlah ditarik kesimpulan yang dimaksud dengan pendekatan prosedural adalah pendekatan lebih menekankan proses kemampuan atau penguasaan seorang siswa  selain ditentukan oleh faktor bawaan, juga lebih  ditentukan oleh sejauhmana siswa mendapatkan latihan-latihan, khususnya melalui upaya  kegiatan pembelajaran.
E. Mehamami Makna
    1. Pengertian Makna
               Menurut Poerwadarminta(1988:548)  yang dimaksud dengan makna adalah arti atau maksud.  Makna dalam ujaran bahasa sebenarnya sama saja dengan makna yang ada dalam sistem lambang atau sistem tanda lainnya, karena bahasa sesungguhnya juga merupakan suatu sistem lambang. Hanya bedanya makna dalam bahasa diwujudkan dalam lambang-lambang yang berupa satuan-satuan bahasa, yaitu kata, frase, kalimat dan sebagainya.







BAB III
METODE PENELTIAN
A. Setting Penelitian
      1. Waktu Penelitian
            Penelitian ini dilakukan pada semestes 1 (ganjil) tahun pelajaran 2011- 2012. selama tiga bulan dari bulan Agstus sampai dengan Oktober 2011.
      2.   Tempat Penelitian
             Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Kuripan Kecamatan Kotaagung.
B. Subjek Penelitian
     Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri 2 Kuripan sebanyak 30 siswa
C. Prosedur Penelitian  
                   Prosedur penelitian  ini terdiri dari 3 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai.
             Pelaksanaan penelitian  yang akan dilakukan  menggunakan model yang dikembang Kemnis dan Toggart (1992) dalam Yulianti (2006) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu; (1) tahapa perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi, dan (4) Tahap refleksi.
             Secara rinci proseddur penilitian  untuk setiap siklus dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Siklus 1,2,dan 3
      Prosedur yang dilakukan pada setiap siklus sama:
 a. Tahap Perencanaan
              Tahap ini dilakukan dalam perencanaan adalah:
11
1)   Menetapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas.
2)      Membuat Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan prosedural,
3)      Membuat lembar observasi untuk menentukan tingkat aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung,
4)      Membuat lembar evaluasi  tes belajar untuk memperoleh data hasil belajar,
5)      Membuat lembar analisis hasil belajar untuk mengetahui keberhasilan belajar.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Kegiatan awal
     Guru membuka pelajaran, kemudian memberi apersepsi, dan mengenalkan kompetensi dasar, indikator, dan materi pelajaran yang akan dilalui siswa.
2)      Kegiatan Inti
Guru memberikan informasi singkat mengenai materi pembelajaran dan melakukan diskusi dengan siswa. Siswa diminta membaca teks bacaan yang disediakan guru, kemudian siswa memahami makna bacaan. Guru menyuruh siswa membaca satu persatu bacaan yang disediakan.
3)      Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir dilakukan penguatan materi yang telah dipelajari siswa, agar siswa memperoleh informasi akurat mengenai bacaan yang dibacanya.


12
c. Tahap evaluasi
       Pada tahap ini dilaksanakan proses evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan berdasarkan hasil observasi dan hasil tes siswa.
e. Tahap Menganalisis
Setelah pembelajaran dan evaluasi dilaksanakan, maka hasil belajar diperoleh melalui tahapan evaluasi siklus dianalisis dan ditentukan kesimpulan. Hasil analisis, kemudian digunakan sebagai bahan untuk  memperbaiki perencaan pelaksanaan siklus berikut. Tahapan sikus 2 dan 3 sama dengan pelaksaan pada siklus 1 dan bacaan yang disediakan berbeda.
C. Instrumen Penelitian
            Instrumen yang digunakan dalam penelitian  ini adalah:
1.      Lembar aktivitas observasi terstruktur untuk mengetahui bagaimana aktivitas selama pembelajaran berlangsung yang mewakili ranah afektif dan psikomotor.
2.      Lembar soal tes tertulis untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus ke siklus berikutnya yang mewakili ranah kognetif.
D.        Data dan Metode Pengumpulan Data
1.      Data
Sumber data penelitian diperoleh secara langsung dari responden penelitian.
Data penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif yang terdiri dari:
a.       Data aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan pendekatan prosedural.

13
b.      Data kuantitatif
Data ini berupa prestasi belajar yang diperoleh dari hasil tes belajar yang diambil setiap siklus.
2. Metode Pengumpulan Data
 a. Data aktivitas Siswa
     Dalam pengumpalan data aktivitas pembelajaran dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Pengumpulan data aktivitas siswsa dilakukan dengan memberi ceklis () bagi yang tidak aktif pada setiap aspek aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Setiap siklus berlangsung pembelajaran 60 menit.
 b. Data prestasi hasil belajar
      Alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar  siswa adalah soal tes membaca dan memahami makna bacaan. Dan bentuk soal adalah terstruktur. Tes ini dilakukan pada setiap  pembelajaran.
E. Teknik Analisis Data
           Setelah data diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis data untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan prosedural siswa SD Negeri 2 Kuripan kelas 2 tahun pelajaran 2011 -2012.
        Teknik analisis data dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Data aktivitas belajar siswa
           Dalam pengumpulan data aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dilakukan dengan menggunakan lembar obervasi siswa. Pengamatan ini dilakukan selama 2 X 30 menit

14
atau selama 70 menit. Skor yang diperoleh siswa pada kegiatan ini, akan dikelolah melalui tabel di bawah ini:
Tabel I Contoh Lembar Observasi Data Aktivitas
No
Nama Siswa
Pengamatan Selama 70 Menit
%
1
2
3
4
5
6
7
Off Task
On Task













































































Jumlah Skor









Rata-rata









Katagori penilaian:
1.      Kesungguhan mendengarkan pengarahan dan penjelasan guru,
2.      Keseriusan latihan membaca,
3.      Minat latihan membaca,
4.      Keaktifan memahami makna bacaan,
5.      mengerjakan tugas diluar materi yang diajarkan,
6.      Ketidakseriusan dalam latihan membaca,
7.      Bercanda dengan teman ketika pelajaran berlangsung,
8.      Ribut pada saat pelajaran berlangsung (tidak menghiraukan pelajaran)
2. Data Hasil Belajar Siswa
 Tabel 2 Contoh Lembar Analisis Data Hasil Belajar
No
Nama Siswa
Soal-soal
Skor
% HB
Kategori
1
2
3
4
5






























Jumlah Skor








Skor Maksimal








Rata-rata









15
Katagori Penilaian Belajar:
    1.   Mencocokan lambang huruf dengan tepat,
2.      Melafalkan lambang huruf dengan tepat,
3.      Menentukan makna yang dibaca, dan
4.      Memahami isi bacaan.
Pemberian skor  setiap kategori penilaian:
1.      Sangat tepat diberi skor 5, Tepat diberi skor 4, cukup tepat 3, kurang tepat 2, tidak tepat 1.
Proses  analisis untuk data pencapaian kompetensi siswa dalam hasil belajar adalah sebagai berikut:
1.      Skor yang diperoleh dari masing-masing siswa adalah jumlah skor dari setiap soal.
2.      Persentase hasil belajar siswa melalui rumus:
                                Skor yang diperoleh
% Hasil Belajar =_____________________       X 100% =
                                                  Skor maksimal setiap siswa  
              Nilai hasil belajar siswa adalah:
1.      Nilai HB setiap siswa : % HB (dihilangkan %nya)
2.      Nilai rata-rata hasil belajar diperoleh dengan rumus:
                                            nilai HB yang diperoleh
Rata-rata HB Siswa =____________________________ =
                                                            Skor maksimal setiap siswa
               Kriteria hasil belajar membaca menggunakan rentang nilai sebagai berikut:
1.      87  - 100 = Sangat baik,   2.   76 – 86  = Baik,    3.   65 – 75 = Cukup baik
4.   50 – 64 = Kurang baik      5.   30 – 49 = Tidak baik


16
F. Indikator Kenerja
                Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan aktivitas hasil belajar siswa dari siklus 1, ke siklus 2, dan dari siklus 2 ke siklus 3.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar